|
|
Post
SEKEDAR KOMENTAR SEPUTAR PEMILU
"9 April nyontreng ya..." atau ajakan senada akhir-akhir ini semakin sering terlihat di tivi, koran ( gak tau kalo radio, gw gak punya radio sih, lagian kalo di radio istilahnya terdengar bukan terlihat :) ). Maklum pemilu semakin dekat.
9 April awal pemilu untuk anggota legislatif dan september (atau oktober yah?) pemilu presiden adalah jadwal pesta demokrasi di negeri kita tahun ini.
Makin banyak gambar bendera partai dan foto2 narsis dari para caleg terpampang di depan mata mulai dari ujung pengkolan rumah, halte bis, sepanjang jalan raya sampai kemanapun tujuan kita. dari yang "resmi" nangkring di bilboard atau miniboard berpajak dipinggir jalan, atau sekedar nenmpel di tiang2 listrik atau pohon peneduh sampai nangkring di jendela belakang angkutan kota....bener-bener merusak mata.
gak mau kalah dengan jalanan, penyambutan pesta demokarsipun berlanjut di media tivi. dari seputar cara nyontreng, sekilas info caleg, dialog dengan partai, dialog dengan caleg, parodi politik...semua dikemas dalam balutan pesta demokrasi, belum lagi iklan-iklan politik dari berbagai parpol yang tampil di tiap jeda komersial....bener-bener merusak hari.
Belum lagi obrolan-obrolan di mana-mana, dikantor, di warteg, di poskamling, di mushala, di facebook, di blog...semua rame ngomongin partai ini, partai itu, caleg ini, caleg itu....weleh-weleh bener-bener merusak telinga.
Bukan mo ngajak golput atau anti demokrasi, tapi sebuah pemborosan apapun alasannya adalah pemborosan. rakyat bekerja digaji dah dipotong pajak, belanja kena pajak lagi, sakit kena pajak, buang sampah kena pajak, parkir kena pajak, naik kendaraan pribadi kena pajak apalagi naik angkutan umum yg pajaknya berlipat-lipat...ujung-ujungnya cuma dipake buat milih orang-orang yang -gak perlu mohon maaf- gak peduli sama rakyat, tukang korupsi, pandai bicara tak bisa berbuat, pintar memperkaya diri dan hanya memperjuangkan kepentingan pribadi, keluarga, golongan, dan partainya sendiri...
kemajuan yang kita capai saat ini, bbm murah 2 kali turun harga, swasembada pangan, gw liat cuma kinerja sesaat yang hasilnya gak bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat, karena ya itu, tujuannya bukan demi rakyat. bila tujuannya adalah mensejahterakan rakyat, maka hasil dari pembangunan nasional harusnya bisa dinikmati oleh rakyat. apasih yang diharapkan rakyat? sembako murah? lapangan kerja? pendidikan murah? akses kesehatan yang terjangkau? itu memang kewajiban pemerintah untuk menyediakannya, dimanapun di dunia ini kerja pemerintah yang memang itu.semua itu bukan sekedar program kampanye sesaat, janji-janji semu, tapi harus bisa disediakan oleh pemerintah, siapapun dia, sebagai kewajibannya memenuhi hak rakyatnya.
kalo istilah istri gw, yang kayak gini nih tinggal "ketik c spasi d...cape deh...." dan "ketik d spasi l...derita lo!!!"
9 April awal pemilu untuk anggota legislatif dan september (atau oktober yah?) pemilu presiden adalah jadwal pesta demokrasi di negeri kita tahun ini.
Makin banyak gambar bendera partai dan foto2 narsis dari para caleg terpampang di depan mata mulai dari ujung pengkolan rumah, halte bis, sepanjang jalan raya sampai kemanapun tujuan kita. dari yang "resmi" nangkring di bilboard atau miniboard berpajak dipinggir jalan, atau sekedar nenmpel di tiang2 listrik atau pohon peneduh sampai nangkring di jendela belakang angkutan kota....bener-bener merusak mata.
gak mau kalah dengan jalanan, penyambutan pesta demokarsipun berlanjut di media tivi. dari seputar cara nyontreng, sekilas info caleg, dialog dengan partai, dialog dengan caleg, parodi politik...semua dikemas dalam balutan pesta demokrasi, belum lagi iklan-iklan politik dari berbagai parpol yang tampil di tiap jeda komersial....bener-bener merusak hari.
Belum lagi obrolan-obrolan di mana-mana, dikantor, di warteg, di poskamling, di mushala, di facebook, di blog...semua rame ngomongin partai ini, partai itu, caleg ini, caleg itu....weleh-weleh bener-bener merusak telinga.
Bukan mo ngajak golput atau anti demokrasi, tapi sebuah pemborosan apapun alasannya adalah pemborosan. rakyat bekerja digaji dah dipotong pajak, belanja kena pajak lagi, sakit kena pajak, buang sampah kena pajak, parkir kena pajak, naik kendaraan pribadi kena pajak apalagi naik angkutan umum yg pajaknya berlipat-lipat...ujung-ujungnya cuma dipake buat milih orang-orang yang -gak perlu mohon maaf- gak peduli sama rakyat, tukang korupsi, pandai bicara tak bisa berbuat, pintar memperkaya diri dan hanya memperjuangkan kepentingan pribadi, keluarga, golongan, dan partainya sendiri...
kemajuan yang kita capai saat ini, bbm murah 2 kali turun harga, swasembada pangan, gw liat cuma kinerja sesaat yang hasilnya gak bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat, karena ya itu, tujuannya bukan demi rakyat. bila tujuannya adalah mensejahterakan rakyat, maka hasil dari pembangunan nasional harusnya bisa dinikmati oleh rakyat. apasih yang diharapkan rakyat? sembako murah? lapangan kerja? pendidikan murah? akses kesehatan yang terjangkau? itu memang kewajiban pemerintah untuk menyediakannya, dimanapun di dunia ini kerja pemerintah yang memang itu.semua itu bukan sekedar program kampanye sesaat, janji-janji semu, tapi harus bisa disediakan oleh pemerintah, siapapun dia, sebagai kewajibannya memenuhi hak rakyatnya.
kalo istilah istri gw, yang kayak gini nih tinggal "ketik c spasi d...cape deh...." dan "ketik d spasi l...derita lo!!!"
comments
![]() |
News
Contact Us
What is FrensZone?
Privacy Policy
Terms Of Use
FAQ
Give feedback
Invite a friend
Bookmark
Copyright © 2010 FrensZone. All Rights Reserved.
*FrensZone is in Beta stage



